Cube Entertainment Bantah Kabar Bullying Soojin (G)I-DLE

Cube Entertainment Bantah Kabar Bullying Soojin (G)I-DLE

Cube Entertainment telah membantah rumor tentang Soojin (G)I-DLE yang menjadi pelaku kekerasan sekolah di SMA. Hal Itu diungkapkan oleh Cube pada Minggu (21/2/2021).

“Pertama, setelah menanyakan kepada Soojin sendiri tentang unggahan yang disebarkan secara online, ditemukan bahwa pembuat komentar tersebut adalah kakak perempuan teman sekelas Soojin dari sekolah menengah,” tutur perwakilan Cube, seperti dikutip Soompi.

Cube mengatakan, bahwa memang benar orang yang mengunggah cerita itu mendengar Soojin dan teman sekelasnya berdebat melalui telepon. Orang tersebut lantas bertengkar dengan Soojin setelah mengambil alih panggilan tersebut.

“Namun, kami telah mengonfirmasi bahwa klaim pengunggah tentang kekerasan di sekolah dan semacamnya tidak benar sama sekali.”

Cube juga berencana akan mengambil tindakan hukum berdasarkan undang-undang pidana dan mengambil semua tindakan lain yang dapat dilakukan terhadap semua orang yang secara diam-diam mengunggah klaim palsu dengan maksud jahat.

“Kami informasikan bahwa kami tidak akan memberikan keringanan hukuman kepada para pelaku yang akan dihukum di masa depan,” tutup Cube.

Cube mengatakan, pada 15 Desember lalu mereka telah membentuk komite yang didedikasikan untuk melindungi hak dan kepentingan artis dan terus memantau penyebaran rumor palsu, penghinaan, serta komentar dan pengeditan seksual yang dirancang untuk menyebabkan penghinaan terhadap artis kami.

Sebelumnya, pada 20 Februari 2021, seseorang yang mengaku sebagai kakak dari korban dugaan penindasan Soojin memposting di komunitas online.

Kakaknya (selanjutnya disebut sebagai “A”) menulis, “[Soojin] memanggil adik perempuanku dan temannya ke kamar mandi dan membuat mereka saling menampar wajah dan mengirimkan teks grup yang berbunyi, ‘Mulai sekarang , XXX (adikku) adalah orang buangan. ‘”

“A” melanjutkan, “Adik perempuanku bersekolah di Waw Middle School dan lahir pada tahun 1998. Dia tinggal di Hwaseong, Provinsi Gyeonggi. Aku berencana untuk menulis dan mengunggah detailnya dengan hati-hati di forum online nanti.”

“A” mengatakan ia merasa menyesal terhadap [anggota] lain selain pelaku, tetapi ia tidak bisa lagi menutup mata atas waktu menyakitkan yang dialami adiknya.

“Gadis yang menampar adikku mengambil uangnya, dan menindasnya telah menjadi idola dan tanpa malu-malu menunjukkan wajahnya di TV,” katanya.

Setelah itu, seseorang yang mengaku sebagai adik perempuan dan korban dari dugaan bullying (selanjutnya disebut sebagai “B”) juga angkat bicara.

“B” menyatakan, “Setelah [Soojin] membawaku ke kamar mandi di kompleks perbelanjaan, dia berkata, ‘Aku akan memukulnya dulu,’ dan tiba-tiba menampar wajahku.”

Ia melanjutkan, “Kemudian dia memberi tahu temanku yang ikut denganku, ‘Sekarang giliran kamu untuk memukulnya,’ dan membuat temanku itu memukulku. Temanku dan aku harus saling menampar wajah.”

“B” menambahkan, “Dia akan menyuruh saya meminum minuman yang telah dia buka dan tinggalkan sebelum habis dan kemudian mengambil uangku, mengatakan bahwa aku telah menghabiskan minumannya dan harus membayarnya untuk itu.”

B juga mengatakan Soojin mengambil seragam orang lain dan memakainya, meminjam uang dan tidak mengembalikannya, mencuri barang-barang orang lain.

Soojin juga dituding mengutuk siswa lain ketika mereka menolak memberikan barang-barang mereka, dengan ribut berkeliaran di sekitar kota mengendarai sepeda motor, minum alkohol, dan merokok.

“Aku pergi ke akademi yang sama dengannya, dan suatu hari, aku tidak bisa pergi, tapi dia mengirimiku pesan untuk datang apa pun yang terjadi.”

“Aku minta maaf dan berkata itu tidak mungkin, tapi sejak saat itu dia dan kelompok berandalan mengirim sms padaku dan semua orang berkata, aku adalah orang buangan mulai sekarang. Aku sangat takut aku memanggilnya dan terus meminta maaf,” tutup B.

Sumber foto: via Soompi

Post a Comment